prewedding

Wedding Preparations

13.18


Hollaaaaa..

Yeay, happy long weekend untuk temen2 yang udah punya planning menyenangkan untuk menghabiskan long weekend ini. Sebenernya pengen juga jalan-jalan keluar kota, honey moon kedua bareng hubby atau liburan bareng keluarga di Bogor :( tapi apalah daya karena keadaan dirumah lagi super sibuk (hubby lagi nyusun TA dan saya sibuk dg kerjaan) jadi ga bisa kemana2 deh :(. But, it's okay setidaknya saya masih bisa memanfaatkan waktu 'istirahat' dari kesibukan dengan update blog lagi. Horraaaaay! hehehe, seneng banget bisa update blog, bisa sharing pengalaman, berbagi informasi bermanfaat utk pembaca yang membutuhkan atau yang ga sengaja nyasar di blog annoying ini :p

  Oke, kali ini saya mau sharing pengalaman tentang ribetnya wedding preparation saya tahun lalu. Rencana nikah sih sebenernya udah ada dan tabungan pun sudah disiapkan dari jauh2 hari, tapi tanggal pastinya sih belum tau kapan. Entah kenapa, setelah lebaran tahun kemarin hubby bilang kalau doi ada kemungkinan akan dipindahkan ke Surabaya dan saya engga mau kalau LDRan dan ketemu doi hanya sebulan sekali. Jadi doi bilang ke orang tuanya mau nikahin saya sebelum pindah ke Surabaya.

   Singkatnya, setelah cari tanggal nikah dan doi melamar ke orang tua saya, kita berdua nekat mempersiapkan pernikahan 4 bulan sebelum hari-H dan saya bersikeras mau mengurus semuanya sendiri tanpa bantuan WO. Hal yang kita lakukan pertama adalah ikut pameran "Wedding Festival 2016" di JCC tanggal 20 Agustus 2016. Kita dateng pagi dan ambil brosur sebanyak2nya dengan mendengarkan penjelasan dari penjaga booth nya. Setelah kira2 jam 12, kita melipir cari makan ke Cafe diluar gedung JCC dan membahas semua ttg brosur yang udah kita ambil dan disesuaikan dengan budget yang udah kita punya. Oh iya, karena kita ga pakai WO jadi kita berdua milih vendor yang sudah menyediakan paketan, dan akhirnya vendor yang kita pakai adalah:

1. Bridal:

2. Catering
Grand Central Restaurant

EL-BRIDE BRIDAL




   Sebenernya sebelum akhirnya saya memutuskan untuk pakai El-Bride saya lebih tertarik ke Yohanes Bridal, karena bos saya yang merekomendasikan bridal ini dan kalau ga salah paket di Yohanes Bridal waktu itu sekitar 25 jutaan dan saya hampir mau DP, karena boothnya ramai dan saya belum dapet marketing yang bisa menangani, akhirnya saya dan hubby jalan lagi untuk liat2 bridal lain.
   Ga jauh dari booth Yohanes, saya liat booth El-Bride dan langsung tertarik (karena sebelum ke pameran saya juga sempat liat review El-Bride di website weddingku dan menurutku cukup direkomendasikan oleh reviewer2 di web tsb). Kita ketemu marketing El-Bride namanya Herry dan dengan lancar ia menjelaskan semua kebutuhan informasi yang kita tanyakan. El-bride punya beberapa paket wedding yang menurutku sangat lengkap (sesuai dg kebutuhan kita). Dan akhirnya kita ambil paket yang 23juta, paketnya terdiri dari:
- Gaun pengantin Ekslusif dan Aksesoris Lengkap (Anting, Kalung dan Rambut)
- Test Make Up, Make Up dan Retouch
- Make Up untuk ibu kedua mempelai
- Gaun Pengapit Wanita dan Make Up (1 remaja atau 2 anak)
- Jas Pengantin Pria Senilai Rp 1.000.000
- 20x foto Indoor-Outdoor + Album Ekslusif (Lokasi Foto Prewedding bisa dipilih di PIK/Ancol)
- Foto Kanvas 50 x 60 (2 buah) + bingkai Ekslusif
- Kue Pengantin dari Libra Cake senilai Rp 1.500.000
- Foto Liputan Digital 2 Album
- Video Liputan Digital (DVD)
- Mobil Pengantin New Eyes (sudah termasuk dekorasi bunga di mobil pengantin)
- Bunga Tangan dan Bunga Jas (Fresh Rose)

Gratisan:
- Gaun Pemberkatan
- 10 kue mingle
- Dapet sewa mobil pengantinnya Alphard (10 jam daerah Jakarta):D

   Lengkap kaaaaaaaaan? Oh iya harga paket diatas juga sudah termasuk sewa gaun untuk pemotretan prewedding loh! Kalau ga salah dapet 3 gaun (1 gaun indoor dan 2 gaun outdoor) dan semua biaya pemotretan (seperti ijin dan biaya masuk lokasi pemotretan) sudah ditanggung sama El-Bride :D 
Untuk proses pemilihan gaun (prewedding dan acara) dan proses pemotretan prewedding nanti saya share terpisah di postingan berikutnya ya :D


GRAND CENTRAL RESTAURANT



   Sama seperti El-Bride, kita berdua menjatuhkan pilihan catering dan venue ke Grand Central Restaurant karena sebelumnya saya sudah cari referensi venue yang sudah menyediakan catering sekalian. Kenapa saya pilih Grand Central? Karena selain makanannya yang sudah terkenal enak, juga mereka punya paket yang lengkap :D. Oh iya, Grand Central sendiri punya 3 cabang restaurant yang bisa dipake untuk wedding atau acara lain (Tomang, Bulungan dan Serpong) dan kita ambil paket 400 pax (200 undangan) di Grand Central Bulungan, Jaksel dengan harga 66 juta. Check this out untuk isi paket yang kita ambil:
- Catering 400 pax
- Buku Tamu
- Tempat Angpau
- Cangkir dan teh untuk Tea Pai Ceremony
- Dekorasi Pelaminan (standar)
- MC, Singer, Musik

dan mungkin karena kita booking di pameran, kita juga dapet gratisan:
- Free Makan Keluarga 20 pax
- Free Bakwan Malang 100 porsi
- Sparkling Water 2 botol

   Nah, dengan dapet 2 vendor yang menyediakan paketan lengkap kayak gini udah membantu saya mengurangi 70% beban pikirian :D
30% lagi yaitu printilan lain yang mesti disiapin seperti: undangan, souvenir, teks misa perkawinan, keranjang mingle, tempat cincin, melengkapi dokumen-dokumen nikah (dari RT/RW, Kelurahan, Kecamatan, Catatan Sipil T___T). Walaupun agak merepotkan kalau diinget2 lagi selama proses persiapan nikah (siapa suruh ngotot ngurusin semua sendiri tanpa WO) tapi sampai sekarang saya dan suami puas bukan main karena acara pernikahan kami sukses dan sesuai dengan keiinginan

Liburan Kelulusan di Bali (21 - 23 May 2016)

18.17

Konnichiwa~


Siang-siang gini sembari makan siang saya ingin berbagi pengalaman perjalanan liburan pertama saya ke Bali. Sebenernya liburan ini udah hampir setahun dan baru mau diposting karena baru sekarang punya banyak waktu untuk nulis blog. Basi ga sih? Semoga enggak ya :p

Jadi ceritanya, sebelum ngerjain skripsi bulan Juni tahun 2015 lalu saya sudah mulai menyemangati diri sendiri dengan bilang: "Skripsi harus selesai tepat watktu biar abis itu bisa liburan ke Bali". Dan kata2 itu yang sukses membuat saya terus semangat ngerjain skripsi walau pas ngerjain bab 4 sampe nangis2 ngerjainnya saking mumetnya dan banyaknya hasil penelitian yang mesti diolah, lalu selama skripsi saya menggendut karena stress dan berujung jadi banyak ngemil. Makan bisa sampe 4 hari sekali (T.T) tapi emang bener kata orang "Usaha tidak akan menghianati hasil" dan pada tanggal 11 Oktober 2015 saya diwisuda, terima ijasah dan lihat nilai skripsi saya dapet A dengan IPK 3.49! (kurang 0.2 lagi lulus cum laud hiks...)

Setelah lulus sibuk cari kerja, wawancara sana-sini dan masih mengharapkan liburan, tapi apalah daya uang belum ada dan seiring berjalannya waktu penyemangat diri "liburan" itu sirna. Hingga May 2016 tiba2 doi dengan spontanitas ngajak liburan ke Bali tanggal 21-23 May. H-7 dengan semangat membara saya sibuk cari tiket pesawat murah, si doi bantu booking penginapan di Seminyak. H-2 doi sempet down karena takut over budget karena tiket pesawat yang mahal2 akhirnya H-1 dapet juga tiket pesawat Citilink yang lebih murah karena pesawatnya gak langsung ke Bali tapi transit dulu di Surabaya :D

Liburan kali ini temanya bukan "backpacker" banget karena penginapan kita jatuh pada Hotel Santika.


Day 1:
     Kita berangkat dari Bandara Soeta jam 4 pagi, transit di Surabaya jam 6 pagi dan tiba di Bandara Ngurah Rai Bali jam 10 pagi. 
Transit di Juanda Airpor, Surabaya

     Karena ini pertama kali nya kita ke Bali pas kita jalan keluar bandara ternyata banyak orang2 yang nawarin taksi, penginapan atau jasa tourguide, dan kita sempet kaget dengan suasana seperti itu, akhirnya kita sempetin sarapan dulu di warung deket parkiran bandara sembari susun rencana. Sesudah sarapan dan susun rencana saya langsung pesan taksi online menuju Hotel Santika seminyak. Sampai di hotel, check-in dan tidur sampe sore karena kita ngantuk banget semalem begadang biar ga telat ke bandara. 
Sunset view  from our hotel room

     Bangun, siap2 untuk makan malem dan menjelajah jalan kaki ke arah Legian. Pengalaman paling ngeri waktu jalan pulang ke hotel adalah harus menghadapi anjing2 yang dilepas kalau malam, saya udah gemeteran dikepung dan digonggongin 4 anjing saat sedang melintasi villa2 dan beberapa rumah penduduk. Untungnya ada doi yang terus ngingetin "jangan lari, tetap tenang dan jalan aja terus." Akhirnya kita selamat juga sampe hotel, pas sampe saya bilang ke doi "aku kapok ga mau jalan kaki lagi!" Tiba2 petugas hotel menyapa kami, menanyakan bagaimana perjalanan kami hari ini? doi dan petugas hotel ngobrol2 sebentar dan doi bilang ternyata hotel menyediakan sewa motor melalui pihak vendor, akhirnya malam itu juga kami sewa motor untuk dipakai keesokan harinya.
Monumen Ground Zero, Legian (monumen peringatan bom Bali)




Day2:
     Bangun pagi, sarapan di rooftop dan melanjutkan perjalanan pertama kami ke Garuda Wisnu Kencana (GWK). Sebenernya kita nentuin perjalanan itu ga saklek2 amat harus sesuai jadwal. Misal kita mau ke GWK dan dalam perjalanan kita ngelewatin pantai atau tempat menarik lainnya kita pasti berenti dulu dan kesana. Karena sayang banget kalau mesti dilewatin, lagi pula sekali jalan jadi bisa mengunjungi banyak tempat, iya kan? :p Di GWK kita cuma liat patung2 yang gede banget!, nonton pertunjukan seni di Amphitheatre (yg masih ada dalam kawasan). Oh iya, kalian bisa lihat jadwal pementasan seni di GWK disini.
Pertunjukan Seni di Amphitheatre GWK

Garuda Wisnu Kencana (GWK)


     Lanjut kita jalan lagi ke Dreamland beach, pantai nya indah banget! dengan pasir putihnya, birunya air laut dan pantainya yang bersih. Pantai ini ramai karena disini banyak bule berjemur termasuk bule dari Perancis temen ngobrol kita saat jalan dari parkiran ke pantai ini. Fyi, masuk ke pantai ini enggak bayar, hanya bayar parkir motor kira2 Rp 5.000,- (pas kita mau pulang baru tau kalau sebenernya ada jalan alternatif lain dan ga mesti bayar parkir).
Dreamland Beach (how beautiful!)


     Setelah dari Dreamland kita makan siang di warung pinggir jalan dan melanjutkan perjalanan ke Labuan Sait Beach salah satu lokasi syuting film Hollywood Eat Pray Love yang dibintangi Julia Roberts (atau sering disebut juga Padang Padang Beach). Tiket masuk turis lokal Rp 10.000,-/orang dan untuk menuju pantainya kita harus menuruni tangga yang diapit oleh dua batu besar. Pantai Padang Padang ini juga ga kalah indah dari Dreamland beach, pantainya berpasir putih, berair jernih dan banyak karang. Jalannya mesti hati2 dan kalau bisa pakai alas kaki yang nyaman dan anti-slip. Di pantai ini juga ramai oleh turis2 asing yang berjemur atau surfing.
The stairs to Padang Padang Beach
(Image from: http://www.guruoftravel.com)

Padang Padang Beach


     Setelah itu kita lanjut ke Uluwatu Temple, tiket masuk seinget saya Rp 15.000,-/ orang dan ga bayar parkir motor. Jalan ke puranya banyak monyet2 penjaga yang suka jahilin pengunjung (tapi pas kita kesana engga ada pengunjung yang lagi dijahili monyet). Kalau kita mengunjungi Pura Uluwatu sebaiknya hati-hati dalam menjaga barang bawaan, jangan sampai barang bawaan kita diambil oleh monyet2 penjaga. Setelah itu, kita hanya menikmati pemandangan laut disisi tebing dan tidak melanjutkan sampai ke Pura karena disisi tebing ini tempat enak untuk ngadem dan menikmati terpaan angin sepoi2 dari laut. Oh iya, untuk kalian para wanita yang mau naik sampai ke pura pastikan kalau kalian tidak sedang haid ya, karena menurut sumber ini wanita haid tidak boleh memasuki area pura hal ini dimaksudkan untuk tetap menjaga kesucian area pura yang merupakan tempat peribadatan bagi umat Hindu di Bali dan area yang boleh dikunjungi adalah hanya sisi paloing luar area pura yaitu lokasi stage tempat pertunjukan Tari Kecak Uluwatu (yang berada disisi luar paling selatan dari Pura Uluwatu). Stage ini dibangun disisi tebing selatan pura dan memungkinkan untuk tetap dikunjungi bagi wanita yang sedang haid.
Uluwatu Temple


     Lanjut perjalanan berikutnya ke Greenbowl beach. Masuk ke pantai ini tidak bayar sama sekali, tapi menuju pantai Greenbowl beach benar2 butuh perjuangan! Karena untuk sampai ke pantainya kita harus menuruni anak tangga yang engga tau berapa banyak jumlahnya (T.T), belum turun aja rasanya saya udah mau nangis karena kebayang nanti pas mau pulang pasti mesti menaiki anak tangga yang banyak itu. Ditengah jalan kami menemui dan menyapa bule2 yang udah ngos2an naik anak tangga (T.T) sempet ragu mau lanjut turun atau enggak, tapi karena doi udah keburu jalan turun duluan mau enggak mau saya harus nyusul...hiks :(
     Sampai dibawah, kita bener2 takjub karena pantai ini meski banyak karangnya tetap indah, airnya jernih, pasirnya putih bahkan saya bisa liat ikan2 kecil yang kadang muncul malu2 dari balik batu2 karang saking jernihnya air laut. Disini engga begitu ramai pengunjung seperti kedua pantai yang saya datangi sebelumnya, hanya warga lokal yg lagi mancing, ada yg lagi main bola dan ada bule yang lagi jalan2 dg anaknya di atas batu karang. Setelah menikmati pemandangan di Greenbowl beach akhirnya kita melanjutkan perjalanan lagi ke tempat berikutnya dan proses menaiki tangga itu tak perlu diceritakan lah ya, karena setibanya ditempat parkiran, keringat saya bercucuran dan sesak nafas (T_____T).
The stairs


We're almost there! (View from the stairs)



Clear water of Green Bowl Beach
Greenbowl Beach

     Lanjut lagi ke destinasi selanjutnya yaitu Pandawa Beach. Sempet kecewa sih pas sampe di pantai ini, karena menurut saya pantai ini tidak sebagus tiga pantai sebelumnya dan mungkin ekspektasi saya terhadap pantai ini terlalu tinggi (akibat liat postingan2 temen di instagram dan google image). Saat kita sampai, dipantai ini banyak turis lokal dan kita ga lama2 dipantai ini hanya sekitar 30menitan karena jam udah menunjukkan sekitar pukul 5 sore. Sesampainya di hotel kita berenang dulu di kolam renang rooftop hotel, mandi dan kita jalan lagi untuk makan malam dan jalan2 disekitar Seminyak.
Pandawa Beach

View of Pandawa Beach



Day 3:
     Paginya sebelum sarapan kita beres2in barang bawaan karena hari itu kita mau check-out. Sesudah beres2, mandi, sarapan, jam 10 pagi kita check-out dan walaupun kita udah check-out kita boleh nitip barang bawaan kita dulu di resepsionis. Setelah nitip barang kita lanjut lagi menjelajahnya. Karena hari ini kita udah mau pulang, jadi kita jalan2 ketempat yang deket yaitu Tanah Lot dan Pantai Kuta. Tiket masuk ke Tanah Lot Rp 15.000,-/orang kalau ga salah. Liat2 pemandangan Pura diatas karang bolongnya dan sebenernya mau nyebrang ke pura satu lagi, tapi karena saat itu air laut masih pasang dan ombaknya besar jadinya ga bisa nyebrang ke pura tsb :'(
Tanah Lot


Air laut pasang

Pura di Karang Bolong


    Setelah kira2 2 jam jalan2 di Tanah Lot kita lanjut ke Pantai Kuta, nikmatin minuman dan ngobrol2 sama orang lokal yang nawarin belajar surfing. Setelah itu doi nganter saya ke Krisna toko oleh2 khas Bali yang ada di Jl. Sunset Road, sementara doi mengembalikan motor sewaan ke hotel dan mengambil barang bawaan kita yang tadi pagi dititip di resepsionis hotel. Setelah saya selesai berbelanja dan doi sudah tiba lagi di Krisna, kita nyempetin makan malam dulu di resto dekat Krisna, jam 6 sore saya pesan taksi online menuju bandara Ngurah Rai. Harusnya kita take-off jam 20.30 WITA tapi karena Citilink delay, kita baru terbang jam 21.00 WITA. Hiks, dari atas saat melihat kerlipnya lampu2 di pulau Dewata itu saya merasa sedih harus meninggalkan Bali tempat dimana saya merasa "everyday is Sunday" dan berdoa dalam hati "semoga saya bisa kem(Bali) lagi."


Dari pengalaman pertama jalan2 ke Bali ini, saya merasa senang dan puas karena bisa mengunjungi banyak tempat hanya bermodalkan motor sewaan (yang helmnya ga ada kaca nya) seharga Rp 80.000/hari dan google map. Intinya, jangan takut untuk explore Bali karena bersyukurlah sekarang ini udah ada internet untuk cari tahu informasi tempat2 wisata di Bali, ada google map untuk memandu jalan kalian ketempat wisata, ada penduduk2 lokal di Bali yang ramah2 dan dengan senang hati kasih informasi mengenai tempat wisata di daerahnya (yg mungkin belum banyak orang tahu) dan begitu juga staff2 di hotel Santika Seminyak yang dengan senang hati merekomendasikan tempat2 wisata. Oh iya, kenapa kita pilih stay di Hotel Santika Seminyak, karena lokasinya menurut doi strategis, lebih murah karena doi punya SIP Card, makanannya enak dan tempatnya nyaman. 


I really love Baliiiiii!!!!!

daiLy

New Layout and New Spirit

22.46



I have a new layout for my blog! Yeaaaaaaaaaaaaaay. Dengan layout baru yang lebih clear and simple semoga saya lebih semangat lagi curhatnya ngeblognya :D


Kali ini udah buletin tekad mau isi blog dengan semua hal yang menurut saya menarik seperti pengalaman travelling, koleksi buku-buku saya dan hal lainnya. So, yang udah baca atau nyasar ke blog ini, semoga engga nyesel ya. Hehehe :p